admin
Dipublikasikan 23 July 2026
Wonosobo – Belakangan ini, kasus Flu Singapura atau Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) kembali menjadi perhatian karena penyebarannya yang cukup mudah, terutama pada bayi dan anak usia di bawah lima tahun. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus, yang paling sering berasal dari kelompok Enterovirus, seperti Coxsackievirus A16 dan Enterovirus 71 (EV-71).
Meskipun sebagian besar kasus bersifat ringan dan dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu 7–10 hari, HFMD tetap perlu diwaspadai karena memiliki tingkat penularan yang tinggi, khususnya di lingkungan yang melibatkan banyak anak, seperti sekolah, tempat penitipan anak, maupun tempat bermain.
Flu Singapura bukan sekadar sariawan biasa. Penyakit ini ditandai dengan beberapa gejala khas, seperti demam, sakit tenggorokan, nafsu makan menurun, muncul sariawan atau lepuh di dalam mulut, serta ruam atau lepuh pada telapak tangan, telapak kaki, bahkan bokong. Kondisi tersebut sering membuat anak sulit makan dan minum sehingga berisiko mengalami dehidrasi apabila tidak mendapatkan penanganan yang tepat.
Virus penyebab HFMD dapat menyebar melalui percikan batuk atau bersin, air liur, cairan dari lepuh pada kulit, tinja penderita, maupun benda-benda yang telah terkontaminasi virus, seperti mainan, alat makan, gagang pintu, dan permukaan lainnya yang sering disentuh. Oleh karena itu, menjaga kebersihan diri dan lingkungan menjadi langkah penting dalam mencegah penyebaran penyakit ini.
Sebagai orang tua maupun pengasuh, terdapat beberapa upaya sederhana yang dapat dilakukan untuk mencegah penularan Flu Singapura, di antaranya:
- Membiasakan anak mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir.
- Tidak berbagi alat makan, alat minum, maupun handuk dengan orang lain.
- Membersihkan mainan dan permukaan yang sering disentuh secara rutin.
- Mengajarkan etika batuk dan bersin yang benar.
- Mengistirahatkan anak di rumah hingga benar-benar sembuh apabila sedang sakit.
- Memastikan kebutuhan cairan anak tetap tercukupi agar tidak mengalami dehidrasi.
Orang tua juga diimbau untuk segera membawa anak ke Puskesmas atau fasilitas pelayanan kesehatan terdekat apabila mengalami kondisi seperti:
- Demam tinggi lebih dari tiga hari.
- Sulit makan atau minum karena sariawan.
- Tanda-tanda dehidrasi, seperti bibir kering, mata cekung, atau jarang buang air kecil.
- Anak tampak sangat lemas atau terus mengantuk.
- Mengalami kejang atau penurunan kesadaran.
UPTD Puskesmas Wonosobo 1 mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap Flu Singapura dengan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam kehidupan sehari-hari. Pencegahan sejak dini merupakan langkah terbaik untuk melindungi anak-anak dari penularan penyakit serta menjaga mereka tetap sehat, aktif, dan ceria.
Mari bersama menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat demi tumbuh kembang anak yang optimal.
💚 Pesan Kesehatan
"Flu Singapura dapat dicegah. Kenali gejalanya, terapkan PHBS, dan segera periksakan anak ke fasilitas kesehatan apabila muncul tanda bahaya. Anak Sehat, Keluarga Hebat, Indonesia Kuat!"