"Dok, Bisa Minta Surat Sakit?" Ketahui Ketentuan Penerbitan Surat Keterangan Sakit
Informasi Berkala
admin 11 Jul 2026
4

"Dok, Bisa Minta Surat Sakit?" Ketahui Ketentuan Penerbitan Surat Keterangan Sakit

Wonosobo – Masih banyak masyarakat yang beranggapan bahwa Surat Keterangan Sakit (SKS) dapat diperoleh hanya dengan mengajukan permintaan kepada dokter. Padahal, dalam praktik pelayanan kesehatan, penerbitan surat keterangan sakit memiliki aturan, dasar medis, serta tanggung jawab etik dan hukum yang harus dipatuhi oleh setiap tenaga medis.Surat Keterangan Sakit merupakan dokumen medis resmi yang diterbitkan oleh dokter berdasarkan hasil anamnesis (wawancara medis), pemeriksaan fisik, serta pertimbangan klinis terhadap kondisi kesehatan pasien. Dokumen ini diberikan apabila pasien benar-benar mengalami kondisi medis yang memerlukan istirahat atau pembatasan aktivitas tertentu.Dengan demikian, dokter tidak dapat menerbitkan Surat Keterangan Sakit hanya untuk memenuhi kebutuhan administratif, seperti izin kerja, sekolah, kuliah, perjalanan, maupun kepentingan lainnya apabila tidak ditemukan indikasi medis yang mendasarinya.Surat Keterangan Sakit Diberikan Jika Ada Indikasi Medis Dalam pelayanan kesehatan, dokter akan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh sebelum menentukan apakah pasien memerlukan Surat Keterangan Sakit. Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan adanya penyakit atau kondisi kesehatan yang membutuhkan masa pemulihan, maka surat tersebut dapat diterbitkan sesuai kebutuhan medis pasien.Sebaliknya, apabila hasil pemeriksaan tidak menunjukkan adanya kondisi yang mengharuskan pasien beristirahat atau membatasi aktivitas, dokter tidak diperkenankan menerbitkan Surat Keterangan Sakit.Tanggung Jawab Profesional Dokter Penerbitan Surat Keterangan Sakit bukan hanya persoalan administrasi, tetapi juga merupakan bentuk tanggung jawab profesional seorang dokter. Setiap surat yang diterbitkan harus berdasarkan fakta medis yang diperoleh dari hasil pemeriksaan pasien.Penerbitan surat yang tidak sesuai dengan kondisi kesehatan pasien dapat melanggar kode etik profesi kedokteran dan ketentuan hukum yang berlaku. Oleh karena itu, dokter wajib menjaga integritas, objektivitas, dan profesionalisme dalam setiap pelayanan yang diberikan.Selain itu, ketentuan mengenai pemberian surat keterangan yang tidak sesuai fakta juga memiliki konsekuensi hukum sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku.Mari Bersama Menjaga Kejujuran dalam Pelayanan Kesehatan UPTD Puskesmas Wonosobo 1 mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kejujuran dalam memanfaatkan layanan kesehatan. Kepercayaan antara pasien dan tenaga kesehatan merupakan fondasi penting dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang berkualitas.Dengan memahami bahwa Surat Keterangan Sakit hanya diberikan berdasarkan kondisi medis yang sebenarnya, diharapkan masyarakat dapat mendukung terciptanya pelayanan yang profesional, berintegritas, serta sesuai dengan etika dan peraturan yang berlaku.Pelayanan kesehatan yang baik tidak hanya bergantung pada kompetensi tenaga kesehatan, tetapi juga pada kejujuran dan kerja sama seluruh pihak dalam menjalankan hak dan kewajibannya.UPTD Puskesmas Wonosobo 1 Melayani dengan Profesional, Humanis, dan Berintegritas.

Edukasi Kesehatan Gigi dan Mulut di Ruang Tunggu Pasien UPTD Puskesmas Wonosobo 1
Informasi Berkala
admin 09 Jul 2026
23

Edukasi Kesehatan Gigi dan Mulut di Ruang Tunggu Pasien UPTD Puskesmas Wonosobo 1

Wonosobo –Dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut, UPTD Puskesmas Wonosobo 1 menyelenggarakan kegiatan Penyuluhan Kesehatan Gigi dan Mulut kepada pasien dan keluarga pasien yang berada di ruang tunggu pelayanan, pada pukul 08.00 WIB.Kegiatan penyuluhan ini disampaikan oleh Dokter Internship drg. Bella dan Dokter Internship drg. Syifa. Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan gigi dan mulut sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh.Materi yang disampaikan meliputi cara menyikat gigi yang benar sesuai anjuran, pentingnya menggunakan pasta gigi berfluoride, pencegahan penyakit gigi dan mulut seperti gigi berlubang dan radang gusi, serta pentingnya melakukan pemeriksaan kesehatan gigi secara rutin setiap 6 bulan sekali.Penyuluhan berlangsung secara interaktif, di mana peserta diberikan kesempatan untuk bertanya mengenai berbagai permasalahan kesehatan gigi yang sering dialami. Antusiasme peserta menunjukkan bahwa kegiatan edukasi di ruang tunggu menjadi sarana yang efektif untuk menambah wawasan kesehatan sambil menunggu giliran pelayanan.Melalui kegiatan ini, UPTD Puskesmas Wonosobo 1 berharap masyarakat semakin memahami bahwa kesehatan gigi dan mulut tidak hanya berpengaruh terhadap kemampuan mengunyah dan berbicara, tetapi juga memiliki hubungan erat dengan kesehatan tubuh secara keseluruhan. Edukasi yang dilakukan secara rutin diharapkan dapat membentuk perilaku hidup bersih dan sehat serta mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan gigi sejak dini.Tips Menjaga Kesehatan Gigi dan MulutMasyarakat diimbau untuk menerapkan kebiasaan berikut dalam kehidupan sehari-hari:Menyikat gigi minimal 2 kali sehari, yaitu setelah sarapan dan sebelum tidur.Mengurangi konsumsi makanan dan minuman yang tinggi gula.Melakukan pemeriksaan kesehatan gigi secara rutin setiap 6 bulan sekali di Puskesmas.Menjaga pola makan sehat dan memperbanyak konsumsi air putih.Mengajarkan kebiasaan menjaga kesehatan gigi kepada anak sejak usia dini.Komitmen Pelayanan Promotif dan PreventifKegiatan penyuluhan kesehatan di ruang tunggu merupakan salah satu bentuk pelayanan promotif dan preventif yang terus dilakukan oleh UPTD Puskesmas Wonosobo 1. Dengan memanfaatkan waktu tunggu pasien untuk memberikan edukasi kesehatan, diharapkan masyarakat memperoleh informasi yang bermanfaat sekaligus termotivasi untuk menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari."Gigi Sehat, Senyum Ceria, Hidup Lebih Berkualitas."

Anemia pada Remaja, Jangan Dianggap Sepele! Kenali Gejala, Dampak, dan Cara Pencegahannya Sejak Dini
Informasi Berkala
admin 08 Jul 2026
12

Anemia pada Remaja, Jangan Dianggap Sepele! Kenali Gejala, Dampak, dan Cara Pencegahannya Sejak Dini

Wonosobo – Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang masih banyak ditemukan pada kelompok remaja, khususnya remaja putri. Kondisi ini sering kali tidak disadari karena gejalanya dianggap sebagai kelelahan biasa akibat aktivitas sekolah maupun kegiatan sehari-hari. Padahal, apabila tidak ditangani dengan baik, anemia dapat memengaruhi kesehatan, prestasi belajar, produktivitas, hingga kualitas hidup di masa depan.Anemia terjadi ketika kadar hemoglobin (Hb) dalam darah lebih rendah dari nilai normal. Hemoglobin adalah protein yang terdapat di dalam sel darah merah dan berfungsi mengikat serta mengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh jaringan tubuh. Ketika kadar hemoglobin menurun, pasokan oksigen ke organ dan jaringan tubuh menjadi berkurang sehingga tubuh tidak dapat bekerja secara optimal. Akibatnya, seseorang akan lebih mudah merasa lelah, lemas, sulit berkonsentrasi, bahkan mengalami penurunan daya tahan tubuh.Remaja Putri Menjadi Kelompok yang Lebih BerisikoMasa remaja merupakan periode pertumbuhan yang sangat pesat. Pada masa ini, kebutuhan zat gizi, terutama zat besi, meningkat untuk mendukung pertumbuhan fisik, perkembangan otak, serta aktivitas sehari-hari.Remaja putri memiliki risiko lebih tinggi mengalami anemia dibandingkan remaja putra. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:Kehilangan darah setiap bulan saat menstruasi.Kebutuhan zat besi yang meningkat selama masa pertumbuhan.Pola makan yang kurang mengandung zat besi.Kebiasaan melewatkan waktu makan, terutama sarapan.Pola diet yang tidak sehat demi menjaga bentuk tubuh.Kurangnya konsumsi makanan bergizi seimbang.Menurut World Health Organization (WHO), anemia masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di dunia. Sementara itu, di Indonesia, sekitar 1 dari 4 remaja putri mengalami anemia, sehingga pencegahan dan deteksi dini menjadi langkah yang sangat penting.Kenali Tanda dan Gejala AnemiaGejala anemia sering berkembang secara perlahan sehingga kerap diabaikan. Oleh karena itu, penting bagi remaja maupun orang tua untuk mengenali tanda-tandanya sejak dini.Beberapa gejala anemia yang sering muncul antara lain:Mudah lelah dan cepat merasa lemas.Sering pusing atau sakit kepala.Wajah, bibir, dan kelopak mata tampak pucat.Napas terasa pendek saat melakukan aktivitas.Jantung berdebar lebih cepat.Sulit berkonsentrasi saat belajar.Mudah mengantuk meskipun sudah cukup beristirahat.Tubuh terasa kurang bertenaga saat beraktivitas.Apabila gejala-gejala tersebut sering dialami, sebaiknya segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan agar mendapatkan pemeriksaan kadar hemoglobin dan penanganan yang sesuai.Dampak Anemia terhadap RemajaAnemia bukan hanya menyebabkan tubuh mudah lelah, tetapi juga dapat memberikan dampak yang cukup besar terhadap perkembangan remaja apabila tidak segera ditangani.Beberapa dampak anemia antara lain:Menurunnya kemampuan belajar dan konsentrasi sehingga prestasi akademik dapat terganggu.Tubuh menjadi lebih cepat lelah saat mengikuti kegiatan sekolah maupun olahraga.Menurunnya daya tahan tubuh sehingga lebih mudah terserang penyakit.Menghambat pertumbuhan dan perkembangan fisik.Menurunkan produktivitas dan kualitas hidup.Pada remaja putri, anemia yang berlanjut hingga masa kehamilan dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan, bayi lahir dengan berat badan rendah, hingga stunting.Oleh karena itu, anemia perlu dicegah sejak usia remaja sebagai bagian dari upaya mempersiapkan generasi yang sehat dan berkualitas.Langkah Mudah Mencegah AnemiaPencegahan anemia dapat dilakukan melalui pola hidup sehat dan pemenuhan kebutuhan zat gizi yang cukup setiap hari.1. Konsumsi makanan kaya zat besiPilih makanan yang mengandung zat besi tinggi, seperti:Daging merahHatiIkanAyamTelur2. Perbanyak konsumsi sayuran hijauSayuran hijau seperti bayam, kangkung, dan brokoli merupakan sumber zat besi yang baik untuk membantu memenuhi kebutuhan harian.3. Lengkapi dengan vitamin CVitamin C membantu meningkatkan penyerapan zat besi di dalam tubuh. Konsumsilah buah-buahan seperti:JerukJambu bijiPepayaStroberi4. Minum Tablet Tambah Darah (TTD)Bagi remaja putri, konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) sesuai anjuran tenaga kesehatan merupakan salah satu cara efektif mencegah anemia. Program pemberian TTD juga telah menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kesehatan remaja.5. Hindari teh dan kopi saat makanMinuman seperti teh dan kopi mengandung zat yang dapat menghambat penyerapan zat besi. Sebaiknya dikonsumsi dengan jeda minimal satu hingga dua jam setelah makan.6. Rutin berolahragaAktivitas fisik secara teratur membantu menjaga kebugaran tubuh dan meningkatkan kesehatan secara menyeluruh.7. Istirahat yang cukupTidur yang cukup dan berkualitas membantu proses pemulihan tubuh serta mendukung pertumbuhan remaja.Kapan Harus Memeriksakan Diri?Apabila mengalami gejala anemia secara berulang, seperti mudah lelah, sering pusing, wajah pucat, atau sulit berkonsentrasi, segera datang ke UPTD Puskesmas Wonosobo 1 atau fasilitas pelayanan kesehatan terdekat. Pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb) dapat membantu memastikan apakah seseorang mengalami anemia sehingga penanganan dapat diberikan sedini mungkin.Selain pemeriksaan, tenaga kesehatan juga akan memberikan edukasi mengenai pola makan bergizi seimbang, konsumsi Tablet Tambah Darah, serta langkah-langkah pencegahan sesuai kondisi masing-masing.Bersama Cegah Anemia, Wujudkan Generasi Sehat dan BerprestasiPencegahan anemia merupakan tanggung jawab bersama, baik oleh remaja, keluarga, sekolah, maupun tenaga kesehatan. Dengan membiasakan pola makan bergizi seimbang, mengonsumsi Tablet Tambah Darah sesuai anjuran, menerapkan gaya hidup sehat, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, risiko anemia dapat dikurangi secara signifikan.UPTD Puskesmas Wonosobo 1 terus mengajak seluruh masyarakat, khususnya para remaja, untuk lebih peduli terhadap kesehatan diri. Jangan abaikan gejala anemia, karena pencegahan sejak dini adalah investasi penting untuk mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, produktif, dan siap meraih masa depan yang lebih baik."Cegah Anemia Hari Ini, Raih Prestasi dan Masa Depan yang Lebih Sehat!"

hasil SKM triwulan III Juli-September 2025 Puskesmas Wonosobo 1.
Berita
puskesmas.wsb1@gmail.com 31 Oct 2025
68

hasil SKM triwulan III Juli-September 2025 Puskesmas Wonosobo 1.

**Hasil Survey Kepuasan Masyarakat (SKM) Puskesmas Wonosobo 1 Triwulan Ketiga Tahun 2025** **Hallo Sobat Healthies! πŸ‘‹** Puskesmas Wonosobo 1 telah melaksanakan **Survey Kepuasan Masyarakat (SKM)** periode **Triwulan Ketiga (Juli – September 2025)**. Survey ini dilakukan melalui laman resmi [http://skm.wonosobokab.go.id/](http://skm.wonosobokab.go.id/) sebagai bentuk komitmen kami dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Kegiatan SKM ini bertujuan untuk mengukur sejauh mana tingkat kepuasan masyarakat terhadap layanan yang diberikan oleh Puskesmas Wonosobo 1, sekaligus menjadi bahan evaluasi dan perbaikan berkelanjutan di berbagai aspek pelayanan. Kami mengucapkan **terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi** dalam pengisian survey ini. Dukungan dan masukan dari Sobat Healthies semua sangat berarti dalam upaya kami memberikan pelayanan yang semakin baik, cepat, dan ramah kepada seluruh pengguna layanan. πŸ’« **Yuk, Sobat Healthies!** Jangan ragu untuk ikut berpartisipasi dalam pengambilan survey SKM berikutnya. Karena **ketika masyarakat terlibat, kualitas pelayanan publik akan meningkat!** Salam sehat, **Puskesmas Wonosobo 1**  

Penyuluhan dalam gedung tentang diabetes
Berita
puskesmas.wsb1@gmail.com 19 Feb 2025
112

Penyuluhan dalam gedung tentang diabetes

Diabetes mellitus atau DM adalah penyakit kronis yang ditandai dengan kadar gula darah yang tinggi. Penyakit ini disebabkan oleh gangguan fungsi insulin dalam tubuh. Pencegahan diabetes mellitus  Menerapkan pola makan sehat yang rendah gula dan lemak jenuh, serta tinggi serat dan sayuran Melakukan aktivitas fisik secara teratur Menjaga berat badan yang sehat Menghindari kebiasaan merokok dan membatasi konsumsi alkohol Rutin menjalani pemeriksaan kesehatan dan memantau kadar gula darah

Sosialisasi pencegahan infeksi melalui cuci tangan dan etika batuk
Berita
puskesmas.wsb1@gmail.com 05 Feb 2025
128

Sosialisasi pencegahan infeksi melalui cuci tangan dan etika batuk

Pencegahan infeksi melalui cuci tangan dan etika batuk bertujuan untuk menghentikan penyebaran kuman dan virus yang dapat menyebabkan penyakit.  Berikut ini adalah beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah infeksi: Mencuci tangan Gunakan sabun antiseptik dan air mengalir atau hand sanitizer berbasis alkohol. Cuci tangan sebelum dan sesudah memakai sarung tangan, setelah membersihkan hidung, batuk, atau bersin, dan sebelum makan.  Etika batuk Tutup hidung dan mulut dengan tisu atau lengan baju saat batuk atau bersin. Setelah menggunakan tisu, buang ke tempat sampah.  Gunakan masker Gunakan masker saat batuk atau flu.  Istirahat di rumah Jika batuk disebabkan oleh penyakit, sebaiknya istirahat di rumah hingga sembuh.  Etika batuk dan cuci tangan yang baik dapat dilakukan di berbagai tempat, seperti sekolah, kantor, pusat keramaian, dan rumah. Cuci tangan 6 Langkah dapat dilakukan dengan Langkah berikut ...1. basuh kedua telapak tangan 2. Gosok punggung tangan 3. Gosok sela-sela jari hingga bersih . 4. membersihkan tangan dengan posisi mengunci. 5. Gosok kedua ibu jari kanan dan kiri 6. membersihkan kuku kanan dan kiri

Penyuluhan demam berdarah
Berita
puskesmas.wsb1@gmail.com 15 Jan 2025
101

Penyuluhan demam berdarah

Halo sobat sehat, pada hari ini rabu tgl 15 januari 2025 sudah dilaksanakan penyuluhan dalam gedung dengan tema waspada demam berdarah cegah dengan 3M Plus .. demam berdarah adalah penyakit yang disebarkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk demam berdarah yang dapat menyebabkan kematian. 3m plus adalah tindakan yg dilakukan untuk memberantas jentik dan menghindari gigitan nyamuk demam berdarah dengan cara menguras menutup dan mendaur ulang barang bekas.

Sosialisasi Hipertensi
Berita
puskesmas.wsb1@gmail.com 08 Jan 2025
111

Sosialisasi Hipertensi

Pada tanggal 8 Januari 2025, UPTD Puskesmas Wonosobo 1 telah melaksanakan kegiatan sosialisasi hipertensi bagi pengunjung puskesmas. Tujuan dilaksanakan kegiatan tersebut adalah untuk mengetahui faktor resiko hipertensi yang dimiliki seseorang sehingga bisa dilakukan pencegahan sejak dini. Upaya pencegahan penyakit tidak menular yaitu dengan menerapkan perilaku hidup CERDIK : C : Cek kesehatan secara berkala E : Enyahkan asap rokok R : Rajin aktifitas fisik D : Diet gizi seimbang I  : Istirahat cukup K : Kendalikan stres

Berita
puskesmas.wsb1@gmail.com 03 Jun 2022
2459

Kegiatan Posbindu Karyawan

Pada tanggal 3 Juni 2022, UPTD Puskesmas Wonosobo 1 telah melaksanakan kegiatan Posbindu PTM bagi karyawan dan karyawati. Tujuan dilaksanakan kegiatan tersebut adalah untuk mengetahui faktor resiko Penyakit Tidak Menular yang dimiliki seseorang sehingga bisa dilakukan pencegahan sejak dini. Upaya pencegahan PEnyakit Tidak Menular yaitu dengan menerapkan perilaku hidup CERDIK : C : Cek kesehatan secara berkala E : Enyahkan asap rokok R : Rajin aktifitas fisik D : Diet gizi seimbang I  : Istirahat cukup K : Kendalikan stres    Sumber : Instagram @puskesmas.wsb1