Ayo ke Posyandu, Dapatkan Vitamin A Gratis untuk Si Kecil!
Informasi Berkala
admin 07 Aug 2026
37

Ayo ke Posyandu, Dapatkan Vitamin A Gratis untuk Si Kecil!

Wonosobo – UPTD Puskesmas Wonosobo 1 mengajak seluruh orang tua, ayah, dan bunda untuk memanfaatkan layanan Posyandu dengan membawa balita mendapatkan kapsul Vitamin A secara gratis. Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan derajat kesehatan anak serta mencegah berbagai masalah kesehatan yang dapat memengaruhi tumbuh kembang mereka.Vitamin A merupakan salah satu zat gizi penting yang dibutuhkan anak sejak usia dini. Selain berperan dalam menjaga kesehatan mata, vitamin A juga membantu meningkatkan daya tahan tubuh sehingga anak lebih terlindungi dari berbagai penyakit infeksi. Tidak hanya itu, vitamin A juga berperan dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak agar berlangsung secara optimal.Pada bulan Agustus, anak-anak yang menjadi sasaran akan memperoleh kapsul Vitamin A secara gratis di Posyandu. Pemberian Vitamin A dilakukan sesuai dengan kelompok usia, yaitu:πŸ’™ Kapsul Biru untuk bayi usia 6–11 bulan❀️ Kapsul Merah untuk anak usia 12–59 bulanProgram pemberian Vitamin A dilaksanakan dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari dan Agustus, sehingga orang tua diharapkan tidak melewatkan kesempatan ini demi kesehatan buah hati.Pentingnya Rutin Datang ke PosyanduPosyandu bukan hanya tempat pemberian Vitamin A, tetapi juga menjadi sarana untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan anak secara berkala. Melalui kegiatan Posyandu, petugas kesehatan dapat melakukan penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, pemantauan status gizi, pemberian imunisasi sesuai jadwal, hingga memberikan edukasi kesehatan kepada orang tua.Dengan rutin menghadiri Posyandu, setiap masalah kesehatan atau gangguan pertumbuhan pada anak dapat dideteksi lebih awal sehingga penanganannya menjadi lebih cepat dan tepat.Jangan Lupa Membawa Buku KIASaat berkunjung ke Posyandu, orang tua diimbau untuk selalu membawa Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Buku KIA berfungsi sebagai catatan penting mengenai riwayat kesehatan, pertumbuhan, perkembangan, imunisasi, serta pelayanan kesehatan yang telah diterima anak. Dengan adanya Buku KIA, petugas kesehatan dapat memantau kondisi anak secara lebih lengkap dan berkesinambungan.Mari Wujudkan Generasi Indonesia yang SehatUPTD Puskesmas Wonosobo 1 mengajak seluruh masyarakat untuk memanfaatkan layanan Posyandu setiap bulan. Partisipasi aktif orang tua merupakan langkah sederhana namun sangat berarti dalam mendukung terwujudnya generasi yang sehat, cerdas, kuat, dan berkualitas.Ayo datang ke Posyandu pada bulan Agustus dan pastikan si kecil mendapatkan Vitamin A GRATIS!UPTD Puskesmas Wonosobo 1 Melayani dengan sepenuh hati untuk kesehatan masyarakat. πŸ’œ

UPTD Puskesmas Wonosobo 1 Siap Sukseskan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) Tahun 2026
Informasi Berkala
admin 05 Aug 2026
35

UPTD Puskesmas Wonosobo 1 Siap Sukseskan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) Tahun 2026

Wonosobo – UPTD Puskesmas Wonosobo 1 kembali melaksanakan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) Tahun 2026 sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan derajat kesehatan anak usia sekolah serta memberikan perlindungan terhadap penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I).Program BIAS merupakan kegiatan imunisasi rutin yang dilaksanakan melalui kerja sama antara Puskesmas, sekolah, serta orang tua/wali murid. Melalui program ini, peserta didik memperoleh imunisasi sesuai usia dan jenjang kelas secara gratis di lingkungan sekolah.Jadwal Pelaksanaan BIAS Tahun 2026πŸ“… Bulan Agustus 2026Kelas 1 SD/MI : Imunisasi MR (Measles Rubella)Kelas 5 Putri SD/MI : Imunisasi HPV (Human Papillomavirus)πŸ“… Bulan November 2026Kelas 1 SD/MI : Imunisasi DT (Difteri Tetanus)Kelas 2 SD/MI : Imunisasi Td (Tetanus Difteri)Kelas 5 SD/MI : Imunisasi Td (Tetanus Difteri)Pentingnya Imunisasi bagi Anak SekolahImunisasi merupakan salah satu upaya pencegahan penyakit yang paling efektif, aman, dan telah terbukti mampu melindungi anak dari berbagai penyakit menular yang berbahaya.Melalui program BIAS, anak-anak akan memperoleh perlindungan terhadap penyakit seperti:Campak dan Rubella melalui imunisasi MR.Kanker leher rahim di masa depan melalui imunisasi HPV pada anak perempuan.Difteri dan Tetanus melalui imunisasi DT dan Td.Dengan imunisasi yang lengkap, anak memiliki daya tahan tubuh yang lebih baik sehingga dapat tumbuh sehat, aktif belajar, dan berprestasi di sekolah.Peran Orang Tua Sangat DibutuhkanKeberhasilan pelaksanaan BIAS tidak terlepas dari dukungan orang tua dan pihak sekolah. UPTD Puskesmas Wonosobo 1 mengajak seluruh orang tua/wali murid untuk memberikan izin kepada putra-putrinya agar mengikuti imunisasi sesuai jadwal yang telah ditentukan.Seluruh vaksin yang diberikan dalam program BIAS telah melalui proses pengawasan mutu dan keamanan sehingga aman digunakan sesuai rekomendasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.Komitmen Mewujudkan Generasi SehatUPTD Puskesmas Wonosobo 1 berkomitmen untuk terus mendukung program imunisasi nasional sebagai investasi kesehatan jangka panjang bagi generasi penerus bangsa. Diharapkan melalui pelaksanaan BIAS Tahun 2026, cakupan imunisasi semakin meningkat sehingga anak-anak terlindungi dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.Mari sukseskan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) Tahun 2026!Imunisasi Lengkap, Anak Sehat, Indonesia Kuat.Untuk informasi lebih lanjut mengenai jadwal pelaksanaan di masing-masing sekolah, masyarakat dapat menghubungi UPTD Puskesmas Wonosobo 1 atau pihak sekolah setempat.

Cek Kesehatan Gratis (CKG) di SD Negeri 10 Wonosobo, Wujud Nyata Kepedulian Terhadap Kesehatan Peserta Didik
Informasi Berkala
admin 28 Jul 2026
52

Cek Kesehatan Gratis (CKG) di SD Negeri 10 Wonosobo, Wujud Nyata Kepedulian Terhadap Kesehatan Peserta Didik

Wonosobo, 22 Juli 2026 – Dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan anak usia sekolah, UPTD Puskesmas Wonosobo 1 melaksanakan kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi peserta didik di SD Negeri 10 Wonosobo pada Rabu (22/7/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya promotif dan preventif untuk mendeteksi dini berbagai masalah kesehatan pada anak sekolah sehingga dapat segera dilakukan tindak lanjut apabila ditemukan faktor risiko maupun gangguan kesehatan.Pemeriksaan kesehatan dilakukan oleh tenaga kesehatan UPTD Puskesmas Wonosobo 1 dengan melibatkan berbagai jenis skrining kesehatan sesuai standar pelayanan kesehatan anak usia sekolah. Pemeriksaan meliputi kondisi umum peserta didik, pengukuran tanda vital, pemeriksaan mata, telinga, kesehatan gigi dan mulut, status gizi, serta penilaian kesehatan lainnya yang diperlukan.Selain pemeriksaan kesehatan, para siswa juga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), mengonsumsi makanan bergizi seimbang, menjaga kebersihan diri, rutin berolahraga, serta membiasakan pola hidup sehat sejak dini. Edukasi tersebut diharapkan dapat membentuk kebiasaan positif yang akan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.Melalui kegiatan CKG, sekolah dan puskesmas dapat bekerja sama dalam memantau kondisi kesehatan peserta didik sehingga apabila ditemukan permasalahan kesehatan dapat segera diberikan penanganan atau dirujuk sesuai kebutuhan. Program ini juga menjadi salah satu bentuk komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan anak sebagai generasi penerus bangsa.UPTD Puskesmas Wonosobo 1 menyampaikan apresiasi kepada SD Negeri 10 Wonosobo atas dukungan dan kerja sama yang baik sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan tertib, lancar, dan memberikan manfaat bagi seluruh peserta didik.Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan kesadaran siswa, guru, dan orang tua terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin semakin meningkat. Anak yang sehat akan memiliki kemampuan belajar yang lebih baik sehingga mampu tumbuh menjadi generasi yang cerdas, aktif, dan berprestasi."Anak yang sehat adalah investasi terbaik bagi masa depan bangsa. Mari bersama-sama mendukung tumbuh kembang anak melalui pemeriksaan kesehatan secara rutin dan penerapan gaya hidup sehat sejak usia sekolah."

Waspada Flu Singapura (HFMD) pada Anak, Kenali Gejala dan Cegah Penularannya Sejak Dini
Informasi Berkala
admin 23 Jul 2026
51

Waspada Flu Singapura (HFMD) pada Anak, Kenali Gejala dan Cegah Penularannya Sejak Dini

Wonosobo – Belakangan ini, kasus Flu Singapura atau Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) kembali menjadi perhatian karena penyebarannya yang cukup mudah, terutama pada bayi dan anak usia di bawah lima tahun. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus, yang paling sering berasal dari kelompok Enterovirus, seperti Coxsackievirus A16 dan Enterovirus 71 (EV-71).Meskipun sebagian besar kasus bersifat ringan dan dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu 7–10 hari, HFMD tetap perlu diwaspadai karena memiliki tingkat penularan yang tinggi, khususnya di lingkungan yang melibatkan banyak anak, seperti sekolah, tempat penitipan anak, maupun tempat bermain.Flu Singapura bukan sekadar sariawan biasa. Penyakit ini ditandai dengan beberapa gejala khas, seperti demam, sakit tenggorokan, nafsu makan menurun, muncul sariawan atau lepuh di dalam mulut, serta ruam atau lepuh pada telapak tangan, telapak kaki, bahkan bokong. Kondisi tersebut sering membuat anak sulit makan dan minum sehingga berisiko mengalami dehidrasi apabila tidak mendapatkan penanganan yang tepat.Virus penyebab HFMD dapat menyebar melalui percikan batuk atau bersin, air liur, cairan dari lepuh pada kulit, tinja penderita, maupun benda-benda yang telah terkontaminasi virus, seperti mainan, alat makan, gagang pintu, dan permukaan lainnya yang sering disentuh. Oleh karena itu, menjaga kebersihan diri dan lingkungan menjadi langkah penting dalam mencegah penyebaran penyakit ini.Sebagai orang tua maupun pengasuh, terdapat beberapa upaya sederhana yang dapat dilakukan untuk mencegah penularan Flu Singapura, di antaranya:Membiasakan anak mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir.Tidak berbagi alat makan, alat minum, maupun handuk dengan orang lain.Membersihkan mainan dan permukaan yang sering disentuh secara rutin.Mengajarkan etika batuk dan bersin yang benar.Mengistirahatkan anak di rumah hingga benar-benar sembuh apabila sedang sakit.Memastikan kebutuhan cairan anak tetap tercukupi agar tidak mengalami dehidrasi.Orang tua juga diimbau untuk segera membawa anak ke Puskesmas atau fasilitas pelayanan kesehatan terdekat apabila mengalami kondisi seperti:Demam tinggi lebih dari tiga hari.Sulit makan atau minum karena sariawan.Tanda-tanda dehidrasi, seperti bibir kering, mata cekung, atau jarang buang air kecil.Anak tampak sangat lemas atau terus mengantuk.Mengalami kejang atau penurunan kesadaran.UPTD Puskesmas Wonosobo 1 mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap Flu Singapura dengan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam kehidupan sehari-hari. Pencegahan sejak dini merupakan langkah terbaik untuk melindungi anak-anak dari penularan penyakit serta menjaga mereka tetap sehat, aktif, dan ceria.Mari bersama menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat demi tumbuh kembang anak yang optimal.πŸ’š Pesan Kesehatan"Flu Singapura dapat dicegah. Kenali gejalanya, terapkan PHBS, dan segera periksakan anak ke fasilitas kesehatan apabila muncul tanda bahaya. Anak Sehat, Keluarga Hebat, Indonesia Kuat!"

Penyuluhan Kesehatan dalam Rangka MPLS Hari Ke-3 di SMP PGRI Wonosobo
Informasi Berkala
admin 18 Jul 2026
35

Penyuluhan Kesehatan dalam Rangka MPLS Hari Ke-3 di SMP PGRI Wonosobo

Wonosobo, 15 Juli 2026 – Dalam rangka mendukung pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), UPTD Puskesmas Wonosobo 1 kembali melaksanakan kegiatan penyuluhan kesehatan kepada peserta didik baru. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu, 15 Juli 2026 ini diselenggarakan di SMP PGRI Wonosobo sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja mengenai pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.Pada kesempatan tersebut, petugas kesehatan memberikan edukasi dengan dua materi utama, yaitu "Remaja Sehat Tanpa NAPZA dan Rokok" serta "Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Sekolah". Kedua materi ini dipilih sebagai bekal bagi peserta didik baru agar mampu menjalani kehidupan sekolah dengan perilaku yang sehat, bertanggung jawab, dan bebas dari berbagai risiko yang dapat mengganggu tumbuh kembang mereka.Dalam penyampaian materi mengenai NAPZA dan rokok, para siswa diajak untuk mengenali berbagai faktor yang dapat menyebabkan remaja rentan terhadap penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif (NAPZA), seperti rasa ingin tahu yang tinggi, pengaruh teman sebaya, hingga kurangnya pengetahuan mengenai dampak buruk zat adiktif. Selain itu, dijelaskan pula berbagai akibat yang dapat ditimbulkan, mulai dari gangguan kesehatan fisik dan mental, penurunan prestasi belajar, hingga rusaknya masa depan apabila terjerumus dalam penyalahgunaan NAPZA maupun kebiasaan merokok.Selain edukasi mengenai bahaya NAPZA dan rokok, peserta juga memperoleh materi tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Sekolah. Siswa diberikan pemahaman mengenai pentingnya membiasakan perilaku sehat dalam kehidupan sehari-hari, seperti mencuci tangan menggunakan sabun, menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekolah, menggunakan jamban yang bersih dan sehat, membuang sampah pada tempatnya, mengonsumsi makanan bergizi, serta menerapkan kebiasaan hidup sehat sebagai bagian dari budaya sekolah.Penyuluhan berlangsung secara interaktif dengan metode presentasi, diskusi, dan tanya jawab. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi, menunjukkan ketertarikan terhadap materi yang disampaikan, serta aktif mengajukan pertanyaan mengenai cara menghindari pengaruh negatif lingkungan dan menerapkan PHBS secara konsisten di sekolah maupun di rumah.Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta didik mampu menjadi agen perubahan yang tidak hanya menjaga kesehatan diri sendiri, tetapi juga mengajak teman dan lingkungan sekitarnya untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat serta menjauhi penyalahgunaan NAPZA dan kebiasaan merokok. Dengan demikian, dapat tercipta lingkungan sekolah yang bersih, sehat, aman, nyaman, dan kondusif untuk mendukung proses belajar mengajar.UPTD Puskesmas Wonosobo 1 menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada SMP PGRI Wonosobo atas kerja sama serta sambutan yang baik dalam pelaksanaan kegiatan ini. Diharapkan sinergi antara sektor kesehatan dan pendidikan dapat terus terjalin dalam membangun generasi muda yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berprestasi.Pesan Kesehatan"Remaja Sehat Tanpa NAPZA dan Rokok, PHBS Jadi Kebiasaan, Prestasi Jadi Kebanggaan." πŸ’šDengan membiasakan hidup sehat dan menjauhi perilaku berisiko, remaja akan memiliki kesempatan yang lebih besar untuk meraih cita-cita, berprestasi, dan menjadi generasi penerus bangsa yang berkualitas.

Penyuluhan Kesehatan dalam Rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMA Kristen Wonosobo
Informasi Berkala
admin 17 Jul 2026
45

Penyuluhan Kesehatan dalam Rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMA Kristen Wonosobo

Wonosobo, 14 Juli 2026 – Sebagai upaya membentuk generasi muda yang sehat, cerdas, dan bebas dari perilaku berisiko, UPTD Puskesmas Wonosobo 1 melaksanakan kegiatan penyuluhan kesehatan dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMA Kristen Wonosobo, Selasa (14/07/2026).Kegiatan ini merupakan bagian dari program promosi kesehatan yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran peserta didik baru mengenai pentingnya menjaga kesehatan serta menjauhi perilaku yang dapat membahayakan masa depan mereka. Penyuluhan diikuti dengan antusias oleh seluruh siswa baru yang hadir sebagai peserta MPLS.Pada kesempatan tersebut, tim promosi kesehatan UPTD Puskesmas Wonosobo 1 menyampaikan materi bertema "Remaja Sehat Tanpa NAPZA dan Rokok". Materi yang diberikan meliputi pengenalan tentang Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif (NAPZA), bahaya penyalahgunaannya, serta dampak negatif kebiasaan merokok terhadap kesehatan fisik, mental, prestasi belajar, hingga kehidupan sosial remaja.Selain memberikan informasi mengenai risiko kesehatan, narasumber juga mengajak para siswa untuk membangun karakter positif dengan memiliki keberanian menolak ajakan yang mengarah pada penyalahgunaan NAPZA maupun kebiasaan merokok. Peserta juga diberikan motivasi agar mampu memilih lingkungan pergaulan yang sehat, menerapkan pola hidup bersih dan sehat, serta memanfaatkan masa remaja untuk mengembangkan potensi diri dan meraih prestasi.Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui penyampaian materi, diskusi, dan sesi tanya jawab sehingga peserta dapat lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan sejak usia remaja. Antusiasme siswa terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan mengenai bahaya NAPZA, rokok, serta cara menghindari pengaruh negatif di lingkungan pergaulan.Melalui kegiatan edukasi ini, diharapkan peserta didik baru memiliki pengetahuan yang lebih baik mengenai bahaya penyalahgunaan NAPZA dan rokok, serta mampu menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah maupun masyarakat dalam menerapkan gaya hidup sehat.UPTD Puskesmas Wonosobo 1 menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada SMA Kristen Wonosobo atas kerja sama yang telah terjalin dalam pelaksanaan kegiatan penyuluhan kesehatan ini. Sinergi antara fasilitas pelayanan kesehatan dan institusi pendidikan diharapkan dapat terus berlanjut sebagai upaya bersama dalam menciptakan generasi muda yang sehat, berkarakter, dan berprestasi."Remaja Hebat, Berani Berkata Tidak pada NAPZA dan Rokok. Bersama wujudkan generasi yang sehat, cerdas, berprestasi, dan bebas dari perilaku berisiko."

Surat Rujukan BPJS Kesehatan Berlaku Selama 90 Hari, Pahami Aturannya!
Informasi Berkala
admin 13 Jul 2026
391

Surat Rujukan BPJS Kesehatan Berlaku Selama 90 Hari, Pahami Aturannya!

Wonosobo – UPTD Puskesmas Wonosobo 1 terus berupaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai prosedur pelayanan BPJS Kesehatan melalui edukasi tentang penggunaan surat rujukan. Salah satu informasi yang perlu diketahui oleh peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) adalah bahwa surat rujukan dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), seperti Puskesmas, berlaku selama 90 (sembilan puluh) hari sejak tanggal diterbitkan.Pemahaman mengenai masa berlaku surat rujukan sangat penting agar peserta dapat memperoleh pelayanan kesehatan secara optimal, tepat sasaran, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam sistem rujukan berjenjang BPJS Kesehatan.Ketentuan Penggunaan Surat RujukanSurat rujukan diterbitkan oleh dokter di FKTP berdasarkan hasil pemeriksaan dan indikasi medis, bukan atas permintaan peserta. Dokter akan menentukan apakah kondisi pasien memerlukan pelayanan lanjutan di rumah sakit atau fasilitas kesehatan tingkat lanjutan.Selama masa berlaku 90 hari, peserta dapat menggunakan surat rujukan tersebut untuk memperoleh pelayanan di rumah sakit sesuai kebutuhan medis tanpa harus meminta surat rujukan baru, selama ketentuannya masih terpenuhi.Kapan Tidak Perlu Membuat Rujukan Baru?Bagi peserta yang masih menjalani kontrol atau pemeriksaan lanjutan di rumah sakit yang sama, surat rujukan yang masih berlaku tetap dapat digunakan, sehingga tidak perlu kembali ke Puskesmas untuk membuat surat rujukan baru.Namun, apabila peserta telah menjalani rawat inap dan membutuhkan kontrol lanjutan, maka sesuai ketentuan BPJS Kesehatan, peserta perlu memperoleh surat rujukan baru dari FKTP yang berlaku untuk satu kali penerbitan.Tips bagi Peserta JKNAgar pelayanan berjalan lebih cepat dan nyaman, peserta diimbau untuk:Menyimpan surat rujukan dengan baik.Memperhatikan masa berlaku surat rujukan (90 hari).Datang ke rumah sakit sesuai jadwal pemeriksaan yang telah ditentukan.Mengikuti prosedur pelayanan BPJS Kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku.Mari Menjadi Peserta JKN yang BijakDengan memahami aturan penggunaan surat rujukan, masyarakat dapat memanfaatkan layanan kesehatan secara lebih efektif, mengurangi kendala administrasi, serta membantu kelancaran pelayanan di fasilitas kesehatan.UPTD Puskesmas Wonosobo 1 mengajak seluruh masyarakat untuk memanfaatkan layanan kesehatan sesuai prosedur yang berlaku sehingga pelayanan dapat berjalan lebih cepat, tepat, dan sesuai kebutuhan medis.

"Dok, Bisa Minta Surat Sakit?" Ketahui Ketentuan Penerbitan Surat Keterangan Sakit
Informasi Berkala
admin 11 Jul 2026
156

"Dok, Bisa Minta Surat Sakit?" Ketahui Ketentuan Penerbitan Surat Keterangan Sakit

Wonosobo – Masih banyak masyarakat yang beranggapan bahwa Surat Keterangan Sakit (SKS) dapat diperoleh hanya dengan mengajukan permintaan kepada dokter. Padahal, dalam praktik pelayanan kesehatan, penerbitan surat keterangan sakit memiliki aturan, dasar medis, serta tanggung jawab etik dan hukum yang harus dipatuhi oleh setiap tenaga medis.Surat Keterangan Sakit merupakan dokumen medis resmi yang diterbitkan oleh dokter berdasarkan hasil anamnesis (wawancara medis), pemeriksaan fisik, serta pertimbangan klinis terhadap kondisi kesehatan pasien. Dokumen ini diberikan apabila pasien benar-benar mengalami kondisi medis yang memerlukan istirahat atau pembatasan aktivitas tertentu.Dengan demikian, dokter tidak dapat menerbitkan Surat Keterangan Sakit hanya untuk memenuhi kebutuhan administratif, seperti izin kerja, sekolah, kuliah, perjalanan, maupun kepentingan lainnya apabila tidak ditemukan indikasi medis yang mendasarinya.Surat Keterangan Sakit Diberikan Jika Ada Indikasi MedisDalam pelayanan kesehatan, dokter akan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh sebelum menentukan apakah pasien memerlukan Surat Keterangan Sakit. Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan adanya penyakit atau kondisi kesehatan yang membutuhkan masa pemulihan, maka surat tersebut dapat diterbitkan sesuai kebutuhan medis pasien.Sebaliknya, apabila hasil pemeriksaan tidak menunjukkan adanya kondisi yang mengharuskan pasien beristirahat atau membatasi aktivitas, dokter tidak diperkenankan menerbitkan Surat Keterangan Sakit.Tanggung Jawab Profesional DokterPenerbitan Surat Keterangan Sakit bukan hanya persoalan administrasi, tetapi juga merupakan bentuk tanggung jawab profesional seorang dokter. Setiap surat yang diterbitkan harus berdasarkan fakta medis yang diperoleh dari hasil pemeriksaan pasien.Penerbitan surat yang tidak sesuai dengan kondisi kesehatan pasien dapat melanggar kode etik profesi kedokteran dan ketentuan hukum yang berlaku. Oleh karena itu, dokter wajib menjaga integritas, objektivitas, dan profesionalisme dalam setiap pelayanan yang diberikan.Selain itu, ketentuan mengenai pemberian surat keterangan yang tidak sesuai fakta juga memiliki konsekuensi hukum sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku.Mari Bersama Menjaga Kejujuran dalam Pelayanan KesehatanUPTD Puskesmas Wonosobo 1 mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kejujuran dalam memanfaatkan layanan kesehatan. Kepercayaan antara pasien dan tenaga kesehatan merupakan fondasi penting dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang berkualitas.Dengan memahami bahwa Surat Keterangan Sakit hanya diberikan berdasarkan kondisi medis yang sebenarnya, diharapkan masyarakat dapat mendukung terciptanya pelayanan yang profesional, berintegritas, serta sesuai dengan etika dan peraturan yang berlaku.Pelayanan kesehatan yang baik tidak hanya bergantung pada kompetensi tenaga kesehatan, tetapi juga pada kejujuran dan kerja sama seluruh pihak dalam menjalankan hak dan kewajibannya.UPTD Puskesmas Wonosobo 1Melayani dengan Profesional, Humanis, dan Berintegritas.

Edukasi Kesehatan Gigi dan Mulut di Ruang Tunggu Pasien UPTD Puskesmas Wonosobo 1
Informasi Berkala
admin 09 Jul 2026
52

Edukasi Kesehatan Gigi dan Mulut di Ruang Tunggu Pasien UPTD Puskesmas Wonosobo 1

Wonosobo –Dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut, UPTD Puskesmas Wonosobo 1 menyelenggarakan kegiatan Penyuluhan Kesehatan Gigi dan Mulut kepada pasien dan keluarga pasien yang berada di ruang tunggu pelayanan, pada pukul 08.00 WIB.Kegiatan penyuluhan ini disampaikan oleh Dokter Internship drg. Bella dan Dokter Internship drg. Syifa. Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan gigi dan mulut sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh.Materi yang disampaikan meliputi cara menyikat gigi yang benar sesuai anjuran, pentingnya menggunakan pasta gigi berfluoride, pencegahan penyakit gigi dan mulut seperti gigi berlubang dan radang gusi, serta pentingnya melakukan pemeriksaan kesehatan gigi secara rutin setiap 6 bulan sekali.Penyuluhan berlangsung secara interaktif, di mana peserta diberikan kesempatan untuk bertanya mengenai berbagai permasalahan kesehatan gigi yang sering dialami. Antusiasme peserta menunjukkan bahwa kegiatan edukasi di ruang tunggu menjadi sarana yang efektif untuk menambah wawasan kesehatan sambil menunggu giliran pelayanan.Melalui kegiatan ini, UPTD Puskesmas Wonosobo 1 berharap masyarakat semakin memahami bahwa kesehatan gigi dan mulut tidak hanya berpengaruh terhadap kemampuan mengunyah dan berbicara, tetapi juga memiliki hubungan erat dengan kesehatan tubuh secara keseluruhan. Edukasi yang dilakukan secara rutin diharapkan dapat membentuk perilaku hidup bersih dan sehat serta mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan gigi sejak dini.Tips Menjaga Kesehatan Gigi dan MulutMasyarakat diimbau untuk menerapkan kebiasaan berikut dalam kehidupan sehari-hari:Menyikat gigi minimal 2 kali sehari, yaitu setelah sarapan dan sebelum tidur.Mengurangi konsumsi makanan dan minuman yang tinggi gula.Melakukan pemeriksaan kesehatan gigi secara rutin setiap 6 bulan sekali di Puskesmas.Menjaga pola makan sehat dan memperbanyak konsumsi air putih.Mengajarkan kebiasaan menjaga kesehatan gigi kepada anak sejak usia dini.Komitmen Pelayanan Promotif dan PreventifKegiatan penyuluhan kesehatan di ruang tunggu merupakan salah satu bentuk pelayanan promotif dan preventif yang terus dilakukan oleh UPTD Puskesmas Wonosobo 1. Dengan memanfaatkan waktu tunggu pasien untuk memberikan edukasi kesehatan, diharapkan masyarakat memperoleh informasi yang bermanfaat sekaligus termotivasi untuk menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari."Gigi Sehat, Senyum Ceria, Hidup Lebih Berkualitas."